728x90 AdSpace

Agen Poker Indonesia
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Poker Online Terbaik
Selasa, 23 Agustus 2016

Inilah Penyebab Istri Tukul Arwana Meninggal Dunia


LiputanBerita -  Pembawa acara sekaligus komedian, Tukul Arwana sedang berduka cita. Istrinya, Susiana alias Susi Similikiti Weleh Weleh dikabarkan meninggal dunia, Selasa (23/8/2016).

Kabar duka tersebut disampaikan pembawa acara Maman Suherman.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un ... telah berpulang ke Rahmatullah ibu Hj.Susiana /Susi Similikiti ( istri dari Komedian Tukul Riyanto Arwana ) hari ini Selasa, 23 Agustus 2016 jam 18:00 WIB di RS.Brawijaya Jakarta," tulis Maman dalam pesannya sebagaimana dikutip dari LiputanBerita.

Komedian yang juga pembawa acara Fevi Himawan Hidayat Kelana atau yang akrab disapa Peppy membenarkan kabar tersebut.

"Sudah, sudah tahu dan benar (meninggal). Saya lagi nyetir ini Mbak," ungkapnya.

"Lagi ke rumah Mas Tukul nih, lagi di jalan, lagi di tol," imbuhnya seraya mengakhiri telepon.

Kabar meninggalnya Hj. Susiana pertama kali diketahui melelui pesan berantai whatsapp. Susi meninggal di rumah sakit Brawijaya, Jakarta Selatan pada Selasa (23/8/2016) tepatnya pukul 18.00 WIB.

Rencananya, jenazah akan disemayamkan di kediamannya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan H Jian nomor 22, Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa malam ini. Rencananya, akan dimakamkan, Rabu (24/8/2016).

Susiana menghembuskan nafas terakhir karena asma.

Begitu disampaikan Maman melalui akunnya pada Twitter@maman1965, saat ditanya artis Tika Panggabean melalui akun pada Twitter @TikaPanggabean.

“yaah sedihnya beliau meninggal krn apa kang maman?,” kicau @TikaPanggabean.

Dikutip LiputanBerita, @maman1965 membalas, “Kabarmya asma.” Tentang Asma

Dikutip dari iputanBerita, asma (dalam bahasa Yunani ἅσθμα, ásthma, "terengah") merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus.

Gejala umum meliputi mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas.

Asma pada awalnya diperkirakan disebabkan oleh kombinasi faktor genetika dan lingkungan.

Diagnosis biasanya didasarkan atas pola gejala, respons terhadap terapi pada kurun waktu tertentu, dan spirometri.

Asma diklasifikasikan secara klinis berdasarkan seberapa sering gejala muncul, volume ekspirasi paksa dalam satu detik (FEV1), dan puncak laju aliran ekspirasi.

Asma dapat pula diklasifikasikan sebagai atopik (ekstrinsik) atau non-atopik (intrinsik)dimana atopi dikaitkan dengan predisposisi perkembangan reaksi hipersensitivitas tipe 1.

Terapi untuk gejala akut biasanya dengan menghirup beta-2 agonist reaksi cepat (misalnya salbutamol) dan kortikosteroid oral.

Pada kasus yang sangat parah mungkin diperlukan pemberian kortikosteroid intravena, magnesium sulfat dan perawatan di rumah sakit.

Gejala ini dapat dicegah dengan menghindari pencetusnya, seperti misalnya alergen dan iritan, dan dengan penggunaan kortikosteroid hirup.

Beta agonist reaksi lambat (LABA) atau leukotrien antagonis dapat ditambahkan, selain pemberian kortikosteroid hirup bila gejala asma tidak dapat dikontrol.

Prevalensi asma mengalami peningkatan secara signifikan sejak tahun 1970an.

Pada tahun 2011, 235–300 juta orang terserang asma secara global termasuk adanya 250.000 kematian.

7 Kebiasaan Perburuk Asma

Berikut tujuh kebiasaan yang bisa memperburuk penyakit asma sebagaimana dikutip dari LiputanBerita.

1. Pakai sepatu ke dalam rumah.

Siapa yang tahu, di luar sana Anda telah menginjak berbagai benda kotor yang tidak terlihat di bawah sepatu. Saat memakai sepatu ke dalam rumah, kotoran yang dapat memicu alergen ikut masuk.

"Alergen dapat menyebabkan peradangan, sehingga saluran udara diblokir dan kesulitan bernapas," kata Gierer. Untuk terhindar dari alergen, lepas sepatu Anda di luar pintu rumah, ganti pakaian dan mandi setelah berpergian.

2. Membuka jendela saat mengemudi.

Ketika cuaca bagus, kebanyakan orang ingin membuka jendela mobil saat mengemudi. Bagi orang yang memiliki asma, hal ini bisa menjadi suatu masalah. "Anda mungkin tidak berpikir ada serbuk sari berterbangan dan masuk ke mobil Anda saat berkendara," kata Gierer.

Jika parkir mobil di bawah pohon, tanpa Anda sadari bagian kaca mobil sudah dipenuhi oleh serbuk sari yang bisa jadi sumber penyebab alergi pada beberapa orang yang asma.

3. Salah meletakkan pembersih udara.

Pembersih udara sebaiknya diletakkan di pusat utama bagian rumah atau kantor, bukan di pojok.

Dengan begitu, udara yang dibersihkan lebih maksimal. Pembersih udara juga perlu dijaga kebersihannya agar bisa berfungsi dengan baik.

Rutinlah mengganti filter sesuai instruksi produsen agar partikel debu, bulu hewan peliharaan, atau kotoran udara lainnya tidak bersarang di dalamnya.

4. Minum obat penghilang nyeri.

Dalam sebuah penelitian, minum obat penghilang nyeri seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen bisa menyebabkan peradangan lebih di saluran napas.

Gierer sendiri mengaku tak mengetahui pasti kaitan antara konsumsi minum obat tersebut dengan perburukan gejala asma. Konsultasikan dengan dokter sebelum minum obat-obatan tersebut.

5. Salah memilih produk pembersih lantai.

Bagi Anda yang punya asma, sebaiknya hindari produk pembersih dengan aroma yang kuat, mengandung wewangian atau parfum, dan alat semprot dengan bahan kimia aerosol.

Menurut Gierer, bahan kimia pada produk pembersih tersebut berpotensi mengiritasi saluran udara dan menyebabkan peradangan. Hal ini bisa membuat pangidap Asma mengalami mengi dan batuk-batuk.

Bila serangan asma Anda cukup parah, pilihlah pembersih lantai yang tidak terlalu wangi atau bahkan bebas pewangi.

6. Berenang di kolam dalam ruangan.

Berenang merupakan olahraga yang baik untuk orang yang punya asma. Akan tetapi, menurut penelitian, menghabiskan banyak waktu di kolam dalam ruangan (indoor) dengan klorin tinggi dapat meningkatkan risiko asma dan masalah pernapasan lainnya.

Jika setelah berenang di dalam ruangan Anda mengalami kesulitan bernapas, hidung tersumbat, mata merah, dan kulit gatal, sebaiknya segera pindah kolam renang atau mencoba olahraga lain.

7. Lilin beraroma.

Menyalakan lilin beraroma barangkali terlihat romantis. Akan tetapi, lilin yang mengeluarkan asap dan bahan kimir dari aroma tersebut justru bisa menjadi masalah bagi orang yang memiliki asma. Lilin beraroma bisa menyebabkan mengi.


0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Inilah Penyebab Istri Tukul Arwana Meninggal Dunia Rating: 5 Reviewed By: Agent Momon