728x90 AdSpace

Iklan
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Info Dewasa
Selasa, 03 Januari 2017

Perampok Pulomas, Erwin Situmorang, Menyesal dan Minta Ditembak Mati


LiputanBerita -  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, mengungkapkan, Erwin Situmorang, perampok Pulomas yang ditangkap polisi pada Rabu (28/12/2016) menyesal dan minta ditembak mati.

"Kemarin tersangka Erwin Situmorang sampai menyatakan, setelah melihat korban meninggal, dia bilang, 'Pak lebih baik saya ditembak saja sampai meninggal'," kata Argo Yuwono, Senin (2/1/2017).

Dari hasil interogasi, perampok di Pulomas mengaku tak berniat menghabisi nyawa Dodi dan 10 orang yang menghuni rumah tersebut. Mereka tak menyangka bahwa perampokan tersebut menewaskan enam penghuninya.

Penyesalan tinggal penyesalan, nyawa 6 orang telanjur melayang. Polisi tetap akan melakukan proses hukum terhadap Erwin, Alfin Sinaga, dan Ius Pane. Pemimpin perampok ini, Ramlan Butarbutar, tewas karena kehabisan darah setelah ditembak polisi.

Polisi membekuk Erwin bersama "kapten" perampokan, Ramlan Butarbutar, di sebuah rumah kontrakan di Gang Kalong, RT 08 RW 02, Bojong, Rawalumbu, Bekasi, Rabu (28/12/2016).

Keduanya melawan sehingga polisi menembak kaki mereka. Ramlan tewas karena kehabisan darah, sementara Erwin masih hidup dan dipulihkan di Rumah Sakit Polri, Kramatjati.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan sudah mendengar soal permintaan Erwin ditembak mati. 

"Jadi dia menyesal dan merasa berdosa. Dia bilang, 'Udahlah saya tembak saja'. Tapi kan nggak bisa begitu," kata Iriawan.

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Perampok Pulomas, Erwin Situmorang, Menyesal dan Minta Ditembak Mati Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita