728x90 AdSpace

Jembut Halus
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Info Dewasa
Rabu, 19 April 2017

Ini penjelasan BMKG soal 'salju' di Kota Bandung


LiputanBerita -  Butiran es yang menggunduk terlihat seperti salju terjadi di Kota Bandung pasca hujan ekstrem, Rabu (19/4) siang kemarin. Gundukan butiran es terlihat memutih itu ditemukan di beberapa kawasan Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Yadi Hendarmin mengatakan, saat hujan deras disertai angin dan es kemarin air yang turun itu berasal dari awan kumulonimbus. Awan itu merupakan gumpalan vertikal menjulang tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya.

"Itu memang hujan es peluangnya ada dimusim pancaroba. Dan itu turun dari awan kumulonimbus, di mana awan ini ada satu lapisan yang mencapai freezing level," kata Yadi saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (20/4).

Agen Resmi Poker BNI - Sehingga Kota Bandung mengalami hujan ekstrem yang disertai es padat dan juga sambaran petir. Adapun tumpukan seperti salju yang ditemui di beberapa titik kawasan Coblong, menurutnya itu terjadi karena adanya akumulasi butiran es padat yang menumpuk disatu wilayah. 

Hujan es yang turun ke permukaan itu ditambah suhu dingin dengan 24 derajat celcius lalu kelembaban yang mencapai 83 persen membuat hamparan es menyerupai salju terjadi. Gundukan itu tentu berbeda dengan salju yang tidak akan terjadi di kawasan tropis. 

"Es yang jatuh tidak langsung cair dan itu bisa bertahan cukup 10 menit. Jadi itu akumulasi satu titik maka seperti gundukan salju. Padahal itu akumulasi saja, bukan salju," imbuhnya.

Bandar Live Poker - Dia mengatakan, hujan badai ekstrem di Kota Bandung yang terjadi kemarin karena peralihan musim penghujan ke kemarau. Peralihan musim yang biasa disebut pancaroba itu menyebabkan adanya cuaca ekstrem seperti yang terjadi di wilayah Bandung Raya ini. 

"Masa pancaroba inikan terjadi peralihan dari musim hujan ke kemarau. Peluang hujan disertai petir kencang, ini sehingga terjadi," ungkapnya. Tanda-tanda cuaca ekstrem itu sebenarnya sudah dikenali BMKG sehari sebelumnya. Hal itu pula yang bisa dipelajari masyarakat langsung. 

"Yang pasti yang dikenali masyarakat kenapa itu hujan es. Sehari sebelumnya itu seperti panas cuacanya. Lalu keesokan harinya selisisih dari jam tujuh sampai jam 10 itu selisihnya sampai 4,5 derajat celcius. Kemarin saja jam tujuh mencapai 20,4 derajat. Jam sepuluh pagi bisa mencapai 26 derajat. Setelahnya awan berubah menjadi keabu-abuan," ungkapnya. 

"Nah kemarin itu seperti itu. Sehari sebelumnya panas lalu siang-siangnya awan keabu-abuan," terangnya.

Juara Poker Online - Dia melanjutkan, bukan tidak mungkin dimasa pancaroba ini hujan ekstrem bisa kembali terjadi di wilayah Bandung Raya. "Peluang ada tapi memang kecil. Setelah sekian tahun lama, yang kemarin itu bisa dibilang parah. Tahun-tahun sebelumnya butiran es lebih dikit dan kemarin banyak. Sehingga pada warga Bandung tetap selalu waspada," terangnya.

Poker Online Terbaik LAPAKDEWA Merupakan Situs Game Online terbaik yang menyediakan berbagai macam permainan yakni permainan Texas Poker OnlineDomino QQ Online, Bandar Ceme Online, Capsa Susun Online, Live Poker, dan Ceme Keliling semuanya dengan uang asli dan dalam satu tempat bermain.

LAPAKDEWA menyediakan beberapa promo menarik salah satunya yaitu Bonus Referral 10% untuk anda yang ingin menambah penghasilan dari mereferansikan setiap anggota baru lapakdewa, selain itu masih banyak bonus menarik lainnya yang bisa menjadi acuan anda untuk memilih LAPAKDEWA sebagai website game online terbaik.

Minimal Deposit & Withdraw Rp.25.000 Dapatkan Bonus New Member Rp.10.000 Dan Bekerjasama Dengan Bank BCA , BNI , BRI , MANDIRI , DANAMON , Dilayani Oleh Customer Service yang berpengalaman dan ramah .

Customer Service
LIVECHATwww.lapakdewa.com
BBMD86FBD64
LINEtaruhanlapak
WEECHATtaruhanlapak
FACEBOOKlapakdewa88

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Ini penjelasan BMKG soal 'salju' di Kota Bandung Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita