728x90 AdSpace

Iklan
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Info Dewasa
Rabu, 31 Mei 2017

Jika Ada Predikat Ayah Tersadis, Pas untuk Pria Satu Ini


LiputanBerita -  BONTANG - Adegan reka ulang yang dilakoni Fardi Sahli alias Ardi membuat semua mata yang menyaksikannya geram. Ayah tiri sekaligus pembunuh Navita, anak 3 tahun ini melakukan reka ulang detik-detik saat dia menghabisi balita tak berdosa tersebut.

Proses rekonstruski dilakukan di halaman Mapolresta Bontang, kemarin. Anggota polisi, jaksa dan awak media yang mengikuti rekonstruksi terlihat geleng-geleng kepala seolah tak percaya, Ardi begitu tega menghabisi anak kandung istrinya itu secara sadis. 

Dari 113 adegan rekonstruksi yang dilakukan mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 15.30 Wita ini, Navita baru mengembuskan nafas terakhir saat adegan ke 60. Tepat ketika Ardi melempar Navita ke atas bak Truk Hyno bernomor polisi KT 8664 MI.

Saat dilempar itulah, Navita mengeluarkan darah segar yang lumayan banyak dan mengorok. Navita tewas dalam posisi posisi telungkup di dalam bak truk setelah dilempar oleh ayah tirinya.

Setelah melempar Navita, di adegan ke 61 Ardi naik ke atas bak truk. Dia sempat melihat Navita dalam posisi telungkup tak berdaya. Saat mengeluarkan dara yang begitu banyak, Ardi memanggil istrinya Nita (20) untuk mengambil Navita.

Mengetahui anaknya sudah tak berdaya, Ardi langsung mengambil ember yang berisikan air. Ardi menyiram wajah Navita. Tujuannya agar Navita sadar.

Sementara Nita, memberikan nafas buatan. Sebelumnya, Nita meletakkan tubuh Navita di atas tanah. Saat itu kondisi navita sudah kejang-kejang sekarat.

Tak sedikit pun terlihat penyesalan dari wajah Ardi ketika adegan reka ulang dilakukan. Dari beberapa adegan yang dilakukan, antara Ardi dan Nita saling menyangkal. Seperti ketika tubuh Navita dilempar ke bawah jok mobil.

Tubuh Navita bahkan mengenai DVD hingga membuat flasdisk yang tertempel patah. Menurut Nita, pada adegan ini ia mencoba menghalangi Ardi ketika hendak menginjak perut Navita. Akibatnya, tangan Nita terinjak oleh kaki Ardi.

Pengakuan Nita disangkal oleh Ardi. Dari adegan rekonstruksi ini, terlihat Ardi memulai aksi pemukulan Navita, sejak Minggu, 30 April 2017 pukul 22.00 Wita. 

Penganiayaan dimulai saat Ardi dan istrinya berhenti di warung Sengkang, Kota Bangun, Kukar, untuk membeli bakso.

Di tempat inilah awal bencana bagi Navita. Navita enggan disuapin bakso oleh Ardi. Dengan penuh emosi, Ardi justru menjejali bakso ke mulut Navita, hingga membuat balita tersebut muntah.

Saat muntah itulah, tak henti-hentinya Ardi memukul Navita. Bahkan Ardi menginjak perut dan dada Navita. Menonjok tengkuk korban, melempar dan menjambak rambut Navita. Tak sampai disitu, Ardi juga menggigit pipi Navita.

Ada adegan yang sangat mengiris hati, ketika Ardi begitu tega menaruh Navita di luar pintu jendela truk dalam posisi truk melaju. Tubuh Navita saat itu hanya dipegang satu tangan oleh Ardi dengan menjempit lehernya alias dipiting. 

Padahal saat itu, Navita sudah dalam kondisi tak berdaya setelah bertubi-tubi mendapat siksaan.

Tak puas dengan itu, Ardi terus melakukan penyiksaan dan memukul Navita. Ardi membawa Navita ke belakang truk dan melempar tubuh mungil itu ke dalam bak. Ardi pun kembali melanjutkan perjalan menuju Tenggarong.

Sekitar 10 km, menurut pengakuan Nita, dia menangis dan meminta ampun kepada Ardi. Ardi pun menghentikan truknya dan mengambil Navita dari dalam bak truk. 

Saat sudah diambil, entah setan apa yang merasuki, Ardi justru kembali melempar Navita ke atas truk. Saat dilempar itu, posisi Nita berada di depan. Sehingga tak melihat saat Navita dihempas ke dalam bak truk.

Mengetahui anaknya telah meninggal, Nita pun menggendong Navita dan membawa ke truk dan membaringkan anaknya di jok. Nita menyelimuti Navita dengan sarung.

Ardi membeli air dan memandikan Navita dalam truk. Kejadian ini terjadi di adegan sekira pukul 05.00 Wita. Dan pada pukul 08.00 Wita di Sempaja, Samarinda, Ardi membeli cangkul dan kain kafan.

Saat sampai di lokasi km 1 sebelum portal Marangkayu, Ardi bersama Nita menghentikan truknya. Mereka berdua mengubur Navita di dalam hutan. 

Setelah dikubur, Ardi dan Nita langsung melanjutkan perjalanan ke Bontang. Sampai di rumah, kedua pasangan ini mengolah berita bohong kepada tetangga. Mereka mengaku bahwa anaknya mati karena diserempet motor di Gang Arwana 2, Rawa Indah, Bontang.

Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn, melalui Kasatreskrim Iptu Rihard Nixson mengatakan bahwa, jalannya rekonstruksi diisi beberapa penambahan adegan. 

Sebab, banyak keterangan fakta di lapangan yang tak sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Banyak penambahan adegan terjadi. Kita harus menyesuaikan lagi,” jelas Rihard.

Dikatakan Rihard, sejauh ini tes kejiwaan Ardi normal. Meski banyak ditemukan luka memar di tubuh Navita. Usai rekonstruksi, penyidik segera melakukan finishing dan melimpahkan berkas ke pihak kejaksaan. 

“Rekonstruksi ini kita undang sekalian jaksa dan penesehat hokum. Karena kami ingin mereka melihat langsung bahwa rekonstruksi ini berlangsung tanpa ada tekanan dari siapapun,” pungkas Rihard.

Perbuatan Ardi benar-benar biadab. Tanpa rasa iba, dia menghajar tubuh mungil Navita. Balita perempuan berusia tiga tahun tersebut, merupakan anak istrinya. Ardi dan Nita menikah November 2016 lalu. 

Navita pun tewas di tangan Ardi. Pemukulan itu dilakukan Ardi di sepanjang perjalanan dari Melak, Kutai Barat (Kubar) menuju Samarinda, Minggu (30/4).

Navita dipukul bahkan dilempar ke atas bak truk. Seperti melempar barang melambung ke atas. Karena pintu bak truk tidak dibuka, sehingga anak ini seperti melambung ke udara dan jatuh di dalam bak truk.

Pada Senin (1/5) subuh, Ardi dan istrinya tiba di Samarinda. Ardi membeli kain kafan dan cangkul. Lalu langsung melanjutkan perjalanan ke Bontang. 

Begitu tiba di km 28 Desa Prangat, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar) Navita dibungkus kain kafan dan dikubur di dalam hutan.

Proses penguburan tidak melalui adat yang berlaku dan sesuai ajaran agama. Karena hanya dibungkus kain kafan lalu dipendam di dalam tanah. 

Galiannya pun tidak dalam. Tanpa proses memandikan jenazah ataupun disolatkan sesuai ajaran Islam. Layaknya menguburukan binantang. Begitu selesai menguburkan, Ardi bersama istrinya lantas melanjutkan pulang ke Bontang.

Kepada tetangganya, pasangan suami istri ini justru mengarang cerita kalau anaknya tewas ditabrak. Namun tetangga yang curiga lalu melaporkannya ke polisi.

KLIK UINTUK DAPATKAN ID MASTER [ KLIK ]


DALAM RENGKA MENJALANI BULAN SUCI RAMADHAN 1438H TAHUN 2017 KITA KELUARGA BESAR LAPAKDEWA MEMBERIKAN BONUS THR DAN MENGADAKAN EVENT TURNOVER TERTINGGI.

1.BONUS NEW MEMBER 10.000 + 5.000 SETELAH MELAKUKAN DEPOSIT AWAL 25.000 DAN LIKE N SHARE FANSPAGE FACEBOOK LAPAKDEWA.

2.EVENT TURNOVER TERTINGGI DIMULAI DARI TANGGAL 25 MEI - 28JUNI.
HADIAH : 
01. 15.000.000
02. 10.000.000
03. 7.000.000
04. 4.000.000
05. 2.000.000
DAN SETERUSNYA ===>>>

3.BONUS NEW MEMBER 5.000 TANPA DEPOSIT ( NEW MEMBER YANG MENDAFTAR PADA TANGGAL 25JUNI HANYA 1 HARI PUKUL 10.00-12.00).

NB : UNTUK INFO LEBIH JELAS HARAP MENGHUBUNGI CS KITA DI LIVECHAT YANG TELAH KITA SEDIAKAN.

DAFTAR DISINI : www.lapakdewa.com

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Jika Ada Predikat Ayah Tersadis, Pas untuk Pria Satu Ini Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita