728x90 AdSpace

Lapak Dewa
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Spin Bonus Berhadiah
Rabu, 28 Juni 2017

Kelelahan Bekerja Saat Piket Lebaran, Dokter Spesialis Meninggal Dunia


LiputanBerita -  KABAR mengejutkan datang dari meninggalnya seorang Dokter Spesialis Anastesi dr Stefanus Taofik, SpAn.

Dia dikabarkan tewas akibat kelelahan bekerja piket Lebaran di RS Pondok Indah Bintaro Jaya.

Atas kejadian itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Anastesi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) angkat bicara.

Almarhum dr. Stefanus Taofik, SpAn merupakan dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif anggota PERDATIN DKI Jakarta. Almarhum adalah peserta Pendidikan Fellowship Konsultan Intensive Care (KIC) di RSCM semester ke-2.

Saat meninggal dunia, almarhum sedang melakukan pekerjaan sebagai dokter anestesi di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, bukan dalam tugasnya sebagai peserta didik.

Pada saat ditemukan tidak berdaya, almarhum sedang bertugas jaga 24 jam. Namun dengan kondisi satu pasien di ICU dan telah pindah ke ruangan serta hanya satu pasien di kamar operasi.

Almarhum meminta pertukaran hari jaga dengan rekannya sehingga memungkinkan almarhum untuk jaga 2 x 24 jam dan libur setelahnya. 

Selain bertugas di RS Pondok Indah, almarhum juga bertugas sebagai fellow KIC di RSUPN Cipto Mangunkusumo dan dokter jaga di RS Jantung Diagram, Cinere.

Surat Perdatin tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Perdatin Andi Wahyuningsih Attas. Surat itu ditujukan kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Di laman Facebooknya, Almarhum masih sangat muda dan terlihat sangat dekat dengan buah hatinya. Foto-fotonya bersama sang anak yang masih balita serta foto bersama istri banyak menghiasi seluruh galeri foto media sosialnya.

Sebelumnya, dokter Stefanus dikabarkan meninggal saat sedang piket Lebaran. Namun pihak Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) meluruskan informasi tersebut.

Dokter Stefanus Taofik, dokter anestesi yang dilaporkan meninggal dunia saat piket lebaran, bukan disebabkan kelelahan akibat beban kerja atau overworked.

Berdasarkan penjelasan melalui surat yang ditujukan kepada Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dokter Stefanus bertugas jaga seperti biasa dan tidak banyak menangani pasien.

Kabar yang sudah viral di media sosial inipun memantik reaksi Pihak Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya. Mereka memberikan keterangan dan klarifikasi.

Pihak rumah sakit membenarkan bahwa almarhum adalah dokter paruh waktu di rumah sakit tersebut. Dokter Stefanus Taofik meninggal dunia pada Senin (26/6/2017) saat melaksanakan tugas piket Lebaran.

“Yang jelas kami saat ini sedang berduka kehilangan sosok dokter Stefanus Taofik,” tegas Humas RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Hestia Amriani .

Awalnya almarhum memang sedang melaksanakan tugas piket Lebaran. Namun dokter Stefanus tiba-tiba sakit dan meninggal dunia. Pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan lebih detail soal penyakit yang diderita almarhum.

“Senin lalu (26/6) saat bertugas. Pada saat jaga almarhumah meninggal dunia. Kalau dari sepengetahuan kami sakitnya apa tentu harus melalui pemeriksaan dulu,” kata Hesti.

Namun, pihaknya mengklaim almarhum sudah bekerja sesuai prosedur dan tidak diforsir dalam waktu lama hingga berhari-hari. Dokter Stefanus Taofik tidak bertugas selama lima hari berturut-turut tetapi hanya 2×24 jam.

“RS kami masih baru. Meskipun kejadiannya memang saat jam jaga tetapi untuk lamanya waktu bekerja menurut kami masih wajar. Saat kejadian tak banyak pasien karena masih tergolong rumah sakit baru,” kata Hestia.

Namun saat ditanya soal catatan riwayat penyakit yang menyebabkan dokter Stefanus meninggal, pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan secara detail. 

Almarhum meninggal pada Senin (26/6). Namun pihak rumah sakit menegaskan, almarhum bukan bekerja selama lima hari berturut-turut tetapi hanya 2×24 jam dengan kondisi pasien yang hanya sedikit saat Lebaran.

“Kami dari RS Pondok Indah Bintaro sangat kehilangan dengan meninggalnya dokter Stefanus Taofik. Almarhum berdedikasi di dunia kesehatan dan memang meninggal saat bertugas jaga. Namun apakah sakitnya dan lain-lain, silahkan tanya keluarga,” kata Hestia Amriani.

Hestia menyebut jam kerja dokter Stefanus tergolong wajar karena tidak terlalu padat dan bukan lima hari berturut-turut. Pihak keluarga diketahui telah membawa jenazahnya ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Almarhum sudah dibawa pihak keluarga, kami belum bisa share yang lain lagi. Jenazah sudah dibawa ke Lombok. Semuanya adalah hak keluarga yang memberikan keterangan,” tegasnya.

Begitu pula saat ditanya soal sosok dan pribadi almarhum semasa hidup, pihak rumah sakit meminta media bertanya langsung kepada keluarga. Dokter Stefanus merupakan dokter paruh waktu di RS Pondok Indah Bintaro Jaya.

KLIK UINTUK DAPATKAN ID MASTER [ KLIK ]


DALAM RENGKA MENJALANI BULAN SUCI RAMADHAN 1438H TAHUN 2017 KITA KELUARGA BESAR LAPAKDEWA MEMBERIKAN BONUS THR DAN MENGADAKAN EVENT TURNOVER TERTINGGI.

1.BONUS NEW MEMBER 10.000 + 5.000 SETELAH MELAKUKAN DEPOSIT AWAL 25.000 DAN LIKE N SHARE FANSPAGE FACEBOOK LAPAKDEWA.

2.EVENT TURNOVER TERTINGGI DIMULAI DARI TANGGAL 25 MEI - 28JUNI.
HADIAH : 
01. 15.000.000
02. 10.000.000
03. 7.000.000
04. 4.000.000
05. 2.000.000
DAN SETERUSNYA ===>>>

3.BONUS NEW MEMBER 5.000 TANPA DEPOSIT ( NEW MEMBER YANG MENDAFTAR PADA TANGGAL 25JUNI HANYA 1 HARI PUKUL 10.00-12.00).

NB : UNTUK INFO LEBIH JELAS HARAP MENGHUBUNGI CS KITA DI LIVECHAT YANG TELAH KITA SEDIAKAN.

DAFTAR DISINI : www.lapakdewa.com

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Kelelahan Bekerja Saat Piket Lebaran, Dokter Spesialis Meninggal Dunia Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita