728x90 AdSpace

Lapak Dewa
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Spin Bonus Berhadiah
Minggu, 11 Juni 2017

Kisah Mak Nem, PuluhanTahun Jadi Juru Masak Tahanan


LiputanBerita - Selama Ramadan, Kasinem atau Mak Nem selalu sibuk menyiapkan makanan untuk berbuka dan makan sahur para tahanan di Polres Malang. 

Aktivitas rutin itu sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu, bahkan lebih dari separuh hidupnya.

"Sudah 28 Kapolres saya ikuti. Sebelumnya jadi juru masak di Polres Kota Malang sekitar tahun 1970, saat itu tahanannya masih di Jalan Salak," kata Kasinem di sela menyiapkan makanan untuk berbuka para tahanan.

Usia Kasinem sudah lebih dari 70 tahun, kendati dirinya juga tidak pernah tahu pasti tanggal lahirnya. Orang lawas katanya, tidak pernah mengingat dan mencatat tanggal lahir.


Tetapi melihat raut wajahnya, usia Mak Nem bisa jadi lebih dari 70 tahun. Ketiga anaknya sudah berumah tangga dan bercucu.

"Saya mulai di sini (Polres Malang) tahun 1986, tetapi kalau di Polres Kota Malang sejak tahun 1970. Dulu yang memberi tempat di sini Pak Jaya Admadja," kisahnya menegaskan.

Mak Nem setiap pukul 12.00 WIB sudah mulai memasak khusus untuk para tahanan. 3 orang anaknya dan 2 orang keponakannya turut membantu mempersiapkan.

Masing-masing memiliki peran, dari mulai berbelanja hingga mengecek jumlah tahanan yang masuk. Setiap hari jumlah tahanan harus dihitung untuk menyesuaikan jumlah makanan yang disiapkannya.

Kegiatannya itu kembali dilakukan pada pukul 24.00 WIB, kembali menyiapkan untuk makan sahur. Ia harus terjaga demi makan sahur sekitar seratus orang para tahanan.


Begitu makanan sudah terbungkus, anak Mak Nem akan membangunkan para tahanan untuk makan sahur. Karena itu, Mak Nem merasa berat jika harus meninggalkan pekerjaannya itu.

Kalau Mak Nem terpaksa harus pergi, anak-anaknya yang dipercaya untuk mengaturnya. Karena mau tidak mau sudah menjadi tanggung jawab, makan para tahanan tetap harus dipersiapkan.

"Sudah biasa melayani tahanan, tidak cerewet, masak sebanyak apapun saya tidak kesulitan," katanya.

Sekali memasak, Mak Nem harus menyiapkan untuk sekitar 100 orang tahanan, tetapi juga pernah sampai 120 orang. Tetapi juga pernah hanya 70 orang.

Dulunya Mak Nem ditemani oleh suaminya, tetapi sekitar tahun 2010 sang suami berpulang. Karena itu anak-anaknya, selama puasa turut membantu khusus bulan Ramadan.

"Kalau tidak puasa anak-anak tidur di rumahnya," tegasnya.

Jika di luar Ramadan, warung Mak Nem yang berlokasi di Belakang Polres Malang beroperasi seperti biasa. Warung dengan menu sederhana itu melayani pengunjung umum, para anggota dan para tahanan.

Bagi Mak Nem, melayani para tahanan sudah menjadi kesehariannya. Hanya saja selama Ramadan, pelayanannya dikhususkan untuk 'orang-orang yang tengah dalam persoalan'.

"Bagaimana ya sudah menjadi tanggung jawab. Selama ada tahanan harus disiapkan makannya, makan untuk berbuka dan sahurnya," katanya.

KLIK UINTUK DAPATKAN ID MASTER [ KLIK ]


DALAM RENGKA MENJALANI BULAN SUCI RAMADHAN 1438H TAHUN 2017 KITA KELUARGA BESAR LAPAKDEWA MEMBERIKAN BONUS THR DAN MENGADAKAN EVENT TURNOVER TERTINGGI.

1.BONUS NEW MEMBER 10.000 + 5.000 SETELAH MELAKUKAN DEPOSIT AWAL 25.000 DAN LIKE N SHARE FANSPAGE FACEBOOK LAPAKDEWA.

2.EVENT TURNOVER TERTINGGI DIMULAI DARI TANGGAL 25 MEI - 28JUNI.
HADIAH : 
01. 15.000.000
02. 10.000.000
03. 7.000.000
04. 4.000.000
05. 2.000.000
DAN SETERUSNYA ===>>>

3.BONUS NEW MEMBER 5.000 TANPA DEPOSIT ( NEW MEMBER YANG MENDAFTAR PADA TANGGAL 25JUNI HANYA 1 HARI PUKUL 10.00-12.00).

NB : UNTUK INFO LEBIH JELAS HARAP MENGHUBUNGI CS KITA DI LIVECHAT YANG TELAH KITA SEDIAKAN.

DAFTAR DISINI : www.lapakdewa.com

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Kisah Mak Nem, PuluhanTahun Jadi Juru Masak Tahanan Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita