728x90 AdSpace

Lapak Dewa
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Spin Bonus Berhadiah
Rabu, 31 Januari 2018

Alexandra Gottardo Ingin Merawat Nenek 92 Tahun Asal Tobasa yang Divonis Penjara


LiputanBerita -  AKTRIS cantik Alexandra Gottardo beraksi dan menarik simpati mendalam atas kasus yang menimpa seorang nenek di Toba Samosir yang divonis dipenjara hanya karena memotong pohon durian.

Korban yang bernama Saulina boru Sitorus alias Oppung Linda itu sudah sangat uzur yaitu 92 tahun ini. Ini juga yang membuat Alexandra sangat sedih melihat peradilan setempat yang tega memenjara orang yang sepuh itu.

Bahkan Alexandra meminta izin agar sang pelapor kasus tersebut mau memaafkan Oppu Linda. Dia juga ingin merawat nenek tersebut. Ini diungkapkannya via akun Instagramnya, Rabu (31/1/2018).

“Kepada yang terhormat aparat negara yang menangani perkara ini, izinkan saya pribadi untuk merawat nenek Manula “Saulina Boru Sitorus” yang saat ini sudah berusia 92 tahun dan harus merasakan jeruji besi karena menebang pohon,” tulisnya.

“Mohon kiranya Pelapor nenek Saulina mau memaafkan kesalahannya, usia beliau sudah sangat tua dan izinkan saya untuk bisa merawat beliau di Panti Jompo dan tidak dipenjarakan, mengetahui umur beliau yang sudah sangat tua 🙏🏼,” pungkasnya.

Postingan ini langsung ditanggapi netizen. Mereka ikut bersimpati atas nasib Oppu Linda dan berharap ada pengacara kondang yang mau membantu Oppu Linda agar terbebas dari jeruji.

“Semoga rejeki mb @got_alex berlimpah.berkah dan nenek yang kurang beruntung ini bisa tidak merasakan jeruji besi.bang @hotmanparisofficial tolong mb @got_alex mewujudkan impian mulia yang mengatasnamakan kemanusiaan ini,” komen akun astutie9_tw di postingan Alexandra.



Postingan Alexandra

Seperti diberitakan sebelumnya, Oppu Linda dituntut hukuman satu bulan 14 hari di Pengadilan Negeri Tobasa.

Oppu Linda terjerat kasus pengrusakan setelah dituduh menebang pohon durian milik Japaya Sitorus berdiameter lima inci di Dusun Panamean, Desa Sampuara Kecamatan Uluan Toba Samosir. Padahal saat itu, tak ada niat komersil Oppu Linda selain ingin membangun makam yang layak untuk leluhurnya.

Saat menjalani persidangan, Oppu Linda beberapa kali menyeka air matanya dengan sapu tangan berwarna putih. Nenek yang sehari-hari bertenun ini lemas mendengarkan putusan hakim.

Menyikapi putusan Hakim, Kuasa Hukum Oppu Linda Boy Raja Marpaung mengatakan, kecewa. Alasannya, karena hakim tidak mengindahkan pembelaan atau pledoi yang mereka sampaikan pada persidangan sebelumnya.

Kemudian, hakim dinilai terlalu “primitif” dalam memyatakan bahwa Japaya adalah pemilik tanaman. Apalagi, hanya dengan keterangan saksi hanya didengar dari anak dan istri Japaya sendiri.

“Sementara banyak saksi yang menyatakan dalam persidangan yang rumahnya berkedakatan dengan lokasi tidak pernah melihat Japaya menanam dan memanen hasil tanaman yang menjadi barang bukti tersebut,” ujarnya.

Kasus ini menyedot perhatian masyarakat luas karena harus menyeret perempuan uzur itu ke ranah hukum.

Enam anak Saulina juga terseret kasus ini dan Selasa (23/1/2018) telah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige dengan hukuman penjara 4 bulan 10 hari dipotong masa tahanan.

Keenam tervonis itu adalah Marbun Naiborhu (46), Bilson Naiborhu (60), Hotler Naiborhu (52), Luster Naiborhu (62), Maston Naiborhu (47) dan Jisman Naiborhu (45), masih harus menjalani sisa masa tahanan beberapa hari lagi.

Saulina boru Sitorus yang jika jalan harus menggunakan tongkat ini selalu menekankan jika dia dan anak-anaknya pernah minta maaf kepada penggugat yang masih terbilang saudaranya, Japaya Sitorus (70).

Upaya damai tidak tercapai karena menurut pihak tergugat tidak sanggup menuruti nominal yang diminta Japaya. Dan mereka sudah dilaporkan ke polisi.

Menurut mereka, Japaya Sitorus meminta uang ratusan juta sebagai syarat berdamai karena kesal dan juga menghitung segala kerugian yang diakibatkan penebangan pohon tersebut.

Saulina mengaku, sudah mendapatkan izin dari empunya tanah wakaf tersebut. Dan kini dia hanya menginginkan anak-anaknya pulang dan kembali melanjutkan hidup bersama keluarganya masing-masing.

Sejak awal Saulina sudah rela menawarkan dirinya dipenjara. Karena dia lah yang menyuruh anak-anaknya membebaskan tanaman-tanaman yang sekiranya dianggap mengganggu pembangunan tambak atau makam leluhur mereka.

 Spin Berhadiah lapakDewa Fortune
 Agen Poker Online LapakDewa

DAPATKAN ID MASTER DISINI [ DAFTAR ]

LAPAKDEWA Merupakan Situs Game Online Terbaik yang menyediakan berbagai macam permainan yakni permainan Poker OnlineDomino QQ OnlineBandar Ceme OnlineCapsa Susun OnlineLive Poker, dan Bandar Ceme Keliling semuanya dengan menggunakan uang asli dan dalam satu tempat bermain.

LAPAKDEWA Menyediakan beberapa promo menarik salah satunya yaitu Bonus Referral 10% untuk anda yang ingin menambah penghasilan dari mereferansikan setiap anggota baru lapakdewa, selain itu masih banyak bonus menarik lainnya yang bisa menjadi acuan anda untuk memilih LAPAKDEWA sebagai website game online terbaik.

Minimal Deposit & Withdraw Rp.25.000 Dapatkan Bonus New Member Rp.10.000 Dan Bekerjasama Dengan Bank BCA , BNI , BRI , MANDIRI , DANAMON , Dilayani Oleh Customer Service yang berpengalaman dan ramah .

Customer Service
LIVECHATwww.lapakdewa.net
BBMD86FBD64
LINEtaruhanlapak
WEECHATtaruhanlapak
FACEBOOKlapakdewa8

Link Pendaftaran : 

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Alexandra Gottardo Ingin Merawat Nenek 92 Tahun Asal Tobasa yang Divonis Penjara Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita