728x90 AdSpace

Iklan
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Info Dewasa
Selasa, 23 Januari 2018

Monyet Ini Melakukan Hal Yang Mengharukan Ini Untuk Membalas Budi Kebaikan Tuannya


LiputanBerita -  Semasa dinasti Ming (1368 – 1644), tersebar sebuah legenda di daerah sekitar Wu Yue (sekarang Zhe-jiang, Tiongkok).

Alkisah menurut legenda, ada seorang pengemis, mengenakan pakaian tambal sulam di sekujur badannya, pengemis ini tinggal di sebuah kuil tua di daerah pinggiran selatan kabupaten.

Pada hari itu, dia baru pulang dari mengemisnya, dan secara kebetulan melihat seekor monyet di kuil tempatnya bernaung.

Anehnya, monyet itu tidak takut ketika melihatnya, si pengemis lalu membagikan sisa makanan hasil sedekahnya itu kepada monyet.


Seiring bergulirnya waktu, monyet itu pun menjadi sering datang ke kuil, dan tampaknya ia bisa merasakan sifat manusia melalui nalurinya.

Pengemis itu kerap mengobrol dengannya, dan tampaknya dia bisa sedikit mengerti.

Semasa muda, si pengemis pernah belajar pagelaran wayang, lalu sedikit demi sedikit dia mengajarkan beberapa (trik) ketrampilan kepada monyet, menyuruh monyet memukul gong, dan mendemonstrasikan berbagai pertunjukan wayang golek.

Sejak itu, pengemis dan monyet partnernya itu sering mempertunjukkan kebolehan mereka di jalan-jalan di kota kabupaten, mencari nafkah untuk sekadar mengisi perut.

Dengan uang hasil pertunjukan mereka, pengemis selalu memberi porsi lebih banyak kepada monyet saat membeli makanan, supaya monyet bisa lebih semangat dalam mempertunjukkan aksinya.

Perlahan-lahan, si pengemis pun sangat menyayangi monyet seperti layaknya anak sendiri, ia selalu membawa monyet itu kemana pun, keduanya seakan tak terpisahkan, dan suasana hangat seperti itu terus berlangsung selama puluhan tahun.

Saat itu, usia si pengemis sudah lebih dari lima puluh tahun, tidak kuat lagi melakukan pertunjukan seperti itu, belakangan ia pun jatuh sakit.


Monyet itu akhirnya sendirian membawa gong dan mempertunjukkan akrobatnya di jalanan.

Monyet itu berlutut di pinggir jalan, ia bersujud seperti layaknya kepada orang-orang yang berlalu lalang, kemudian mengulurkan tangannya minta sedekah!

Orang-orang yang melihat monyet itu sangat cerdik dan lucu, seringkali juga memberinya (koin) uang, dan dengan bergantung pada makanan hasil mengemis si monyet, pengemis tua itu masih bisa bertahan hidup selama beberapa bulan, namun, pada akhirnya harus kembali juga kepada-Nya!

Sadar tuannya (pengemis) sudah meninggal, monyet itu pun seketika menangis pilu, air matanya terus berlinang, dia terus mengitari jasad pengemis tua itu dengan tatapan pilu,

Sehari kemudian, monyet itu kembali menangis mengerang sambil berlutut di pinggir jalan, ia berlutut dan mengemis kepada orang-orang yang lewat, dan tak lama setelah itu ia pun mendapatkan beberapa perak uang!

Monyet itu berlari sampai ke depan toko penjual peti mati, dan mengerang sambil memegang seuntai uang perak di tangannya.


Sudah berulang kali penjual peti mati mengusirnya, tapi monyet itu kembali lagi !

Melihat keteguhan monyet untuk tetap membeli peti mati, pemilik toko pun terpaksa memilh salah satu untuknya meski tahu uangnya tidak cukup.

Namun, monyet itu belum juga mau pergi setelah mendapatkan peti mati, melihat para pekerja yang lewat di jalan, dia pun segera berlari dan menarik pakaian orang itu, menahannya pergi!


Pekerja itu merasa heran, saat itulah pemilik toko baru mengerti maksud si monyet, lalu memberikan beberapa tael (koin uang zaman dinasti Tiongkok) kepada pekerja itu, menyuruh mereka mengikuti kemana perginya si monyet sambil membawa peti mati.

Beberapa pekerja itu mengikuti si monyet ke kuil tua di pinggiran kota.

Sesampainya di sana, mereka pun membaringkan pengemis tua itu ke dalam peti mati, dan menguburnya di tanah terpencil.

Beberapa hari kemudian, monyet itu berlari ke jalanan untuk mengemis beberapa makanan, lalu ia letakkan makanan itu di depan makam pengemis, berlutut seperti layaknya manusia yang sedang memanjatkan do’a untuk si mati.


Kemudian ia memungut beberapa ranting kering di sekitarnya, dan setelah terbakar, wayang kayu dan semua barang milik pengemis tua itu pun dibuang si monyet ke dalam jilatan api yang berkobar.

Monyet itu menangis sedih dan pilu, dan tiba-tiba ia melompat ke tumpukan api yang berkobar!

Para penduduk desa hanya bisa menghela napas panjang dan batin mereka seakan bergetar melihat kesetiaan monyet itu.

Kemudian mereka beramai-ramai mengubur monyet itu di samping makam pengemis tua…dan mengukirnya dengan sebutan “kuburan monyet setia”.

 Spin Berhadiah lapakDewa Fortune
 Agen Poker Online LapakDewa

DAPATKAN ID MASTER DISINI [ DAFTAR ]

LAPAKDEWA Merupakan Situs Game Online Terbaik yang menyediakan berbagai macam permainan yakni permainan Poker OnlineDomino QQ OnlineBandar Ceme OnlineCapsa Susun OnlineLive Poker, dan Bandar Ceme Keliling semuanya dengan menggunakan uang asli dan dalam satu tempat bermain.

LAPAKDEWA Menyediakan beberapa promo menarik salah satunya yaitu Bonus Referral 10% untuk anda yang ingin menambah penghasilan dari mereferansikan setiap anggota baru lapakdewa, selain itu masih banyak bonus menarik lainnya yang bisa menjadi acuan anda untuk memilih LAPAKDEWA sebagai website game online terbaik.

Minimal Deposit & Withdraw Rp.25.000 Dapatkan Bonus New Member Rp.10.000 Dan Bekerjasama Dengan Bank BCA , BNI , BRI , MANDIRI , DANAMON , Dilayani Oleh Customer Service yang berpengalaman dan ramah .

Customer Service
LIVECHATwww.lapakdewa.net
BBMD86FBD64
LINEtaruhanlapak
WEECHATtaruhanlapak
FACEBOOKlapakdewa8

Link Pendaftaran : 

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Monyet Ini Melakukan Hal Yang Mengharukan Ini Untuk Membalas Budi Kebaikan Tuannya Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita