728x90 AdSpace

Lapak Dewa
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Spin Bonus Berhadiah
Senin, 14 Mei 2018

Bekas Teroris pun Anggap Pelaku Tidak Waras, Istri dan Anak Jadi Tumbal


LiputanBerita -  Peristiwa bom yang mengguncang Surabaya, Jatim membuat isu terorisme kembali mencuat. Hal itu ikut memancing Abu Tholut angkat bicara.

Mantan teroris yang pernah menjadi buruan aparat nomor wahid di Indonesia ini mengaku, tidak setuju dengan aksi keji tersebut. 

Bahkan, tindakan para pelaku pengeboman dianggap sudah tidak waras. Terlebih memanfaatkan anak dan istri untuk mengebom.

Jawa Pos Radar Kudus kemarin menemui lelaki bernama asli Ali Musthofa ini di rumahnya RT 4 RW 3, Dukuh Pondok, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kudus.

Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah itu pun mempersilakan dengan baik. Ustad Abu Tholut (sapaan akrabnya) bercerita ngalor-ngidul soal pengeboman di Surabaya. Berikut laporannya.

Bagaimana komentar Abu Tholut terkait peristiwa bom di Surabaya?

Setelah bom di gereja, tadi pagi (kemarin, Red) juga ada lagi di Polrestabes Surabaya. Bila kita mengikuti peristiwa bom sebelumnya seperti yang di Thamrin, jelas bom bunuh diri kali ini sangat tidak masuk akal.

Kenapa hal seperti itu bisa terjadi?

Hal itu tidak sesuai dengan syariat Islam dan tidak sesuai akal sehat. Perempuan dan anak-anak adalah orang yang harus dilindungi supaya tidak menjadi korban perang. 

Namun peristiwa bom Surabaya ini malah menjadikannya (perempuan dan anak-anak) sebagai tumbal.

Artinya saya rasa pelaku ini tidak waras. Karena bom bunuh diri itu melibatkan sekeluarganya. Selain menewaskan puluhan orang, seorang istri dan keempat anaknya pun menjadi korban.

Apa tujuan mereka melancarkan aksi bom bunuh diri?

Jawabannya sepele. Tujuannya hanya untuk menakut-nakuti musuh. Mereka membuat orang-orang takut dengan beredarnya informasi terorisme ini. Sehingga yang terjadi adalah perang dan perpecahan kelompok.

Siapa sebenarnya sasaran mereka?

Sasaran utamanya adalah orang yang bukan anggotanya. Orang yang tidak bergabung dalam kelompoknya (ISIS) itu boleh dibunuh. 

aik muslim apalagi nonmuslim. Hal itu ada referensinya dalam buku Mutiara Indah Khilafah. 

Di dalamnya menerangkan bahwa pemimpin berhak menyuruh untuk memerangi yang tidak anggotanya.

Lalu, kenapa bom di Surabaya ini melibatkan anggota keluarganya?

Justru orang yang paling berpengaruh adalah kepala rumah tangga. Dalam hal ini suami yang mendominasi adanya pelancaran bom bunuh diri. 

Mereka mempunyai paham ajaran yang salah. Anak-anak yang semestinya menjadi generasi selanjutnya kok malah dijadikan tumbal.

Mungkin akalnya sudah putus dan sudah tidak normal lagi. Jelas hal ini sangat di luar nalar. Mestinya orang berjuang khan ingin hidup, tapi kenapa ini keluarga malah ikut dilibatkan. 

Di sinilah yang aneh. Sepertinnya doktrin yang salah itu telah memengaruhi anak dan istrinya.

Lalu bagaimana tanggapan Anda terhadap peran pemerintah sekarang ini?

Permasalahan ini terjadi karena kurangnya koordinasi dan komunikasi oleh pemerintah. Lihat saja setelah ada kejadian, baru para polisi dan TNI siaga. 

Setelah selesai lalu dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut. Apalagi bertemu dan berdialog dengan napi. 

Saya harap setelah ini pihak pemerintah mau berkomunikasi dan koordinasi untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Apakah masih ada kemungkinan peristiwa bom terjadi di lain tempat?

Kemungkinan itu bisa saja terjadi karena yang mereka serang adalah para pemrakarsa pemerintahan dan musuh yang tidak tergabung dalam kelompoknya.

Untuk mencegah terjadinya perpecahan, pesan apa yang ingin Abu Tholut sampaikan?

Saya berpesan supaya dari peristiwa ini jangan ada aksi yang menyulut emosi. Apalagi dengan isu yang beredar di medsos jangan sampai menimbulkan perpecahan. Khususnya, bagi para anak muda yang masih pada tahap belajar.

Artinya dengan semangat juang bela Islam yang tinggi, tapi ilmunya lemah itulah yang rentan. Dari sinilah yang perlu diberikan perhatian khusus.

Terlebih para tokoh agama dan masyarakat yang berperan untuk membimbing dan mengingatkan masyarakat untuk tetap bersatu.

 Spin Berhadiah lapakDewa Fortune
 Agen Poker Online LapakDewa

DAPATKAN ID MASTER DISINI [ DAFTAR ]

LAPAKDEWA Merupakan Situs Game Online Terbaik yang menyediakan berbagai macam permainan yakni permainan Poker OnlineDomino QQ OnlineBandar Ceme OnlineCapsa Susun OnlineLive Poker, dan Bandar Ceme Keliling semuanya dengan menggunakan uang asli dan dalam satu tempat bermain.

LAPAKDEWA Menyediakan beberapa promo menarik salah satunya yaitu Bonus Referral 10% untuk anda yang ingin menambah penghasilan dari mereferansikan setiap anggota baru lapakdewa, selain itu masih banyak bonus menarik lainnya yang bisa menjadi acuan anda untuk memilih LAPAKDEWA sebagai website game online terbaik.

Minimal Deposit & Withdraw Rp.25.000 Dapatkan Bonus New Member Rp.10.000 Dan Bekerjasama Dengan Bank BCA , BNI , BRI , MANDIRI , DANAMON , Dilayani Oleh Customer Service yang berpengalaman dan ramah .

Customer Service
LIVECHATwww.lapakdewa.net
BBMD86FBD64
LINEtaruhanlapak
WEECHATtaruhanlapak
FACEBOOKlapakdewa8

Link Pendaftaran : 

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Bekas Teroris pun Anggap Pelaku Tidak Waras, Istri dan Anak Jadi Tumbal Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita