728x90 AdSpace

Iklan
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Info Dewasa
Kamis, 31 Mei 2018

Mama Tolong Tutup Praktek di Rumah Sampai Lebaran, Isi Surat Wasiat Anak SMP Yang Bunuh Diri


LiputanBerita -  Seorang siswi berprestasi berinisial EP (16) bunuh diri di kamar kosnya di Jl A Yani, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Remaja yang baru lulus SMP itu ditemukan tewas dengan cara menggantung di pintu kusen kamar kos.

Alumni SMPN 1 Kota Blitar itu nekat mengakhiri hidupnya lantaran takut tidak diterima di sekolah favorit Kota Blitar, yakni SMAN 1.

EP pesimis diterima di SMAN 1 lantaran Dinas Pendidikan menerapkan sistem zonasi. Dengan sistem itu, EP yang tinggal di Kabupaten Blitar bakal sulit bersaing dengan pelajar yang tinggal di Kota Blitar. Sebab, SMAN 1 berada di wilayah Kota Blitar.

Sebelum meninggal, EP menulis surat wasiat yang ditujukan kepada keluarganya. Surat wasiat itu telah diamankan polisi sebagai barang bukti.

Ada empat surat ditulis tangan yang ditinggalkan EP di kamar kos sebelum mengakhiri hidupnya.

Satu surat berisikan tentang biodata EP. Dalam surat itu EP jmeminta maaf ke keluarga. EP juga mengucapkan terima kasih kepada ibunya yang telah kerja siang malam untuk dirinya.

Selain itu, EP juga mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakaknya yang telah mendukungnya selama ini.

Lalu ada surat yang ditujukan kepada pengasuhnya, Mariani. EP memanggil Mariani sebagai Maklek.

Dalam surat itu, EP mengucapkan terima kasih kepada Maklek yang sudah merawatnya sejak kecil. Dia juga meminta maaf ke pengasuhnya itu.

“Maklek jangan teriak panggil orang di sekitar. Hub Mardi Waluyo (0342-xxxxxx). Bawa tas ini. Kartu BPJS ada di dalam amplop. Jangan ada ambil gambar di sini,” tulis EP.


Surat berikut dia ditujukan kepada ibunya. Dalam surat itu, EP meminta dibelikan peti mati berwana putih. Ia juga meminta keluarga agar segera mengkremasi jenazahnya.

Selain itu, EP juga tidak ingin kepergiannya diketahui banyak orang, terutama teman-teman SD dan SMP. Karena itu, ia meminta agar keluarga tidak memasang bendera putih di rumah duka.

“Mama tolong tutup praktek di rumah sampai habis Lebaran. Jangan pasang bendera putih di rumah. Jangan tunjukkan ke orang banyak bahwa aku telah menyerah,” pesan EP.

Terakhir, EP meminta maaf kepada pemilik kos karena ia mengakhiri hidupnya di kamar kos.

EP bunuh diri pada hari Selasa, 29 Mei 2018. Polisi memastikan EP meninggal karena gantung diri. Tak ada tanda-tanda penyebab lain berdasarkan hasil visum luar.


Kasatreskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono mengatakan, berdasarkan keterangan dari ibunda EP, diketahui jika ada faktor lain yang mendorong EP mengakhiri hidup.

“Jadi motifnya yang bersangkutan ini depresi dengan berbagai tekanan mulai masalah keluarga, prestasi di sekolah menurun sampai ketakutan tidak diterima di sekolah favorit,” ucap AKP Heri Sugiono.

EP adalah siswi berprestasi di sekolah semasa hidupnya. Meski temannya berkata bahwa nilainya menurun, tapi nilai Ujian Nasional (UN) bukanl semata-mata penyebab EP bunuh diri.

EP menduduki peringkat ke-30 di sekolah dengan nilai ujian nasional 359,0. Nilai rata-rata UN EP sekitar 89. Tapi EP khawatir tak bisa masuk ke sekolah yang didambakannya, yakni SMAN 1 Kota Blitar.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Blitar Suhartono menyatakan, hasil konfirmasi terkait motif siswi gantung diri bukan semata masalah zonasi.

“Saya malam itu langsung konfirmasi ke berbagai pihak. Kebetulan ada teman yang kenal dekat dengan siswi ini. Juga ada yang kenal dekat dengan keluarga. Intinya, motifnya bertindak nekat itu bukan semata-mata terkait zonasi,” kata Suhartono, Rabu (30/5).

Suhartono kemudian menjelaskan soal sistem zonasi. Menurut dia, EP sebetulnya masih tetap punya kesempatan untuk bersekolah di Kota Blitar meski berasal dari Kabupaten Blitar. Apalagi jika nilai UN EP tinggi.

“Misalnya siswa Srengat Kabupaten Blitar. Dia punya dua pilihan. Pilihan pertama bisa masuk wilayah Kota Blitar, pilihan kedua bisa masuk wilayah Kabupaten Blitar. Atau pilihan satu dan dua sama-sama di Kabupaten Blitar,” ujar Suhartono.

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Mama Tolong Tutup Praktek di Rumah Sampai Lebaran, Isi Surat Wasiat Anak SMP Yang Bunuh Diri Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita