728x90 AdSpace

Iklan
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Info Dewasa
Minggu, 30 September 2018

Kelaparan! Warga Disuruh ‘Jarah’ Toko Pasca Tsunami Palu, Mendagri Langsung Klarifikasi


LiputanBerita -  Dua hari setelah gempa dan tsunami, warga Palu Sulawesi Tengah mulai dilanda kelaparan.

Sejumlah toko belum buka sejak tsunami pada Jumat, 28 September 2018. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari, khususnya makanan. Sementara bantuan pemerintah masih sangat terbatas.

Atas dasar itulah pemerintah mempersilahkan warga Palu untuk ‘menjarah’ toko yang masih tutup untuk mendapatkan makanan.

Kesempatan itu dimanfaatkan warga Palu. Puluhan warga ‘menjarah’ salah satu minimarket dan mengambil barang-barang di dalam toko tersebut.

Aksi ‘penjarahan’ itu direkam warga lainnya, kemudian dibagikan di grup WhatsApp dan media sosial. Dalam sekejap, video itu pun langsung viral.

Video ‘penjarahan’ ini mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Ada yang memuji pemerintah, tapi tak sedikit pula yang mencela.

Pemerintah dituding membuka peluang bagi warga lain untuk melakukan penjarahan di tempat berbeda.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo langsung mengklarifikasi berita yang menyebut pemerintah mempersilahkan warga menjarah toko.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Menurut Tjahjo, perintah yang dikeluarkan adalah aparatur pemerintah di Sulteng memborong makanan dan minuman untuk diberikan secara gratis kepada masyarakat korban bencana.

“Pak dibeli Pak, kita gotong royong. Gitu saja. Saya saja borong kok. Toko-toko itu tutup, tidak ada yang buka. Itu masalahnya,” ujar Tjahjo saat wawancara di salah satu stasiun televisi nasional, Jakarta, Minggu (30/9).

Tjahjo menuturkan, hal itu dilakukan secara spontan karena terbatasnya akses pemberian bantuan ke daerah terdampak bencana gempa dan tsunami pada Jumat (28/9).

Ribuan warga mengungsi. Sementara korban tewas akibat kejadian tersebut terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sejauh ini sebanyak 821 korban tewas ditemukan di Palu, dan 11 lainnya ditemukan di Donggala.

“Itu hanya hari Sabtu, hanya hari Sabtu saja, untuk membeli. Karena sekarang sudah jalan, itu (pembelian) saya sampaikan dalam rapat resmi kok,” tukas Tjahjo.

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Kelaparan! Warga Disuruh ‘Jarah’ Toko Pasca Tsunami Palu, Mendagri Langsung Klarifikasi Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita