728x90 AdSpace

Iklan
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Info Dewasa
Minggu, 25 November 2018

Jarang Dibelai, Janda Bertebaran di Jalan, Izin Pakai Celana Saat Ditangkap


LiputanBerita -  BANJARMASIN, Jarang dibelai menjadi salah satu alasan para janda di Banjarmasin keluyuran di jalanan. Mereka mencari pria hidung belang untuk memenuhi kebutuhan biologis mereka.

Salah satunya SA. Ia tertangkap basah Satpol PP dan petugas Dinas Damkar saat hendak melayani calon pelanggannya di Jalan RE Martadinata, tak jauh dari kantor wali kota, Sabtu (24/11) dini hari.

Mengenakan gaun pendek warna hitam polos, SA sempat lari terbirit-birit sejauh seratus meter ke arah kios-kios Pasar Sudi Rapi yang gelap. Belasan petugas memburunya. Hingga nafasnya ngos-ngosan, terduduk dan pasrah saat mukanya disenter petugas.

Malu dengan pakaiannya yang minim, SA memohon agar diizinkan mengenakan celana panjang sebelum digelandang ke mobil aparat. Rupanya, dia membawa pakaian ganti dari tas jinjingnya. Pemasangan celana itu tak ayal mengundang tawa petugas.

Bersama terduga PSK lainnya, perempuan 55 tahun itu kemudian dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Banjarmasin di Jalan Gubernur Subarjo. Meski dengan nada ketus, dia bersedia menjawab beberapa pertanyaan wartawan.

Malam itu, SA rupanya baru saja keluar dari rumahnya di Jalan Pekapuran B. Di depan Tugu Adipura, dia bertemu seorang lelaki.

Siapakah dia, SA mengaku sudah lupa nama pria hidung belang itu. “Cuma sempat ngobrol sebentar lalu diajak makan. Setelah makan mau diajak ngapain, tidak tahu lah,” imbuhnya.

Dikejar petugas, SA sempat meminta lelaki itu memboncengnya. Tapi calon klien itu lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri. SA kecewa berat. “Saya menangis karena ketakutan dikejar petugas,” ujarnya lirih.

Mengapa harus mangkal di jalan? SA sebenarnya memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya. Keduanya kini tinggal di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Hubungan keluarga ini tampaknya tidak harmonis.

“Kedua anak saya tinggal jauh. Saya cuma seorang janda. Ditinggal sendirian di rumah. Stress kalau seharian cuma tiduran di rumah saja. Di jalan saya hanya sedang mencari hiburan,” bebernya.

Cerita serupa juga diutarakan IM, 44 tahun, yang terjaring di lokasi berbeda. Persisnya di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

IM bahkan lebih blak-blakan. “Berapa tarif saya? Murah-meriah! Dibayar Rp20 ribu pun mau. Saya juga pernah diajak ‘main’ di pos satpam. Enggak harus menginap ke losmen,” tukasnya.

IM mengaku tak setiap malam mangkal di jalan. Terkadang dia merasa letih. Keluyuran di jalan cuma untuk mencari makan dan nongkrong di warung.

“Kalau sedang koler (malas), satu malam paling banyak dapat Rp40 ribu. Kalau sedang rajin bisa dapat Rp100 ribu,” ujarnya.

Ketika dicegat Satpol PP, IM tak berdiam diri. Dia juga sempat berlari sekencang-kencangnya.

Ia mengaku terpaksa keluyuran di jalan karena jarang dibelai setelah lama menjanda. Ia menjadi PSK untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Saya sudah dua kali tertangkap razia. Saya tidak punya suami. Kalian-kalian ini mana paham perasaan saya,” pungkasnya.

Bersama SA dan IM, ada lima perempuan terduga PSK lainnya yang diangkut Satpol PP. Mereka terjaring di kawasan Pasar Sudimampir.

Selain SA dan IM, tertangkap pula tiga anak jalanan dari perempatan Pasar Sentra Antasari dan pertigaan Jalan Kuripan. Ditambah seorang pengamen yang kedapatan sedang teler ngelem di Jembatan RK Ilir.

“Untuk PSK semuanya muka-muka lama. Sedangkan gepeng dan anak ngelem, mereka baru kali ini tertangkap” kata Komandan Peleton IV Satpol PP Banjarmasin, Abdus Salam.

Sebelum menggaruk PSK, Satpol PP lebih dulu menyisir Siring Sungai Baru. Siring itu gelap karena lampu-lampu penerangan belum terpasang.

Dari aplikasi Lapor (layanan pengaduan warga secara online), kawasan itu kerap dikeluhkan menjadi tempat ngelem dan pesta miras oplosan.

“Berdasarkan laporan masyarakat, yang ngelem dan ngoplos itu orang-orang tak dikenal. Bukan warga situ. Tapi sayang tadi hasilnya nihil. Tempat itu sudah kosong,” imbuh Salam.

Kembali pada nasib PSK, apakah kali ini mereka bakal dikenai tipiring (tindak pidana ringan)? Mengingat ada yang sudah tertangkap razia sampai tiga kali.

Salam memastikan Satpol PP tidak akan meneruskan prosesnya hingga ke pengadilan. “Kami serahkan saja ke Dinas Sosial untuk membina mereka,” tutupnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Jarang Dibelai, Janda Bertebaran di Jalan, Izin Pakai Celana Saat Ditangkap Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita