728x90 AdSpace

Agen Poker Indonesia
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Poker Online Terbaik
Minggu, 30 Desember 2018

5 Kali Dijebol Mahasiswa Lalu Diputuskan, Pelajar SMP Depresi Berat


LiputanBerita -  Pelajar SMP berinisial KP (14) depresi berat lantaran ditinggal pergi sang pacar yang telah menggaulinya sebanyak lima kali.

Pelajar SMP yang tinggal di Banjar Semer, Kuta Utara, Badung, Bali itu digenjot oleh pemuda bernama I Kadek Agus Suarnata Putra (22).

Setelah puas mencicipi tubuh korban sebanyak lima kali, pelaku langsung memutus hubungan dengan korban. Alasannya, sosok korban tak sama dengan mantan kekasihnya.

Hal itu membuat kondisi kejiwaan korban terganggu dan memprihatinkan. Ia mengalami depresi berat karena sudah tidak perawan lagi.

Kuasa hukum korban, Siti Sapurah kepada Bali Express (Jawa Pos Group/Pojoksatu.id) mengungkapkan, perkenalan pelaku dan korban terjadi pada Minggu (25/11) lalu melalui akun media sosial Instagram.

Pelaku terlebih dahulu meminta pertemanan kepada korban. Selang beberapa menit, pelaku langsung mengirimkan pesan dengan meminta korban menjadi pacarnya. Pelaku mengaku kuliah di salah satu universitas swasta di Denpasar Jurusan Teknik.

“Ini akibat orang tua kurang dalam pengawasan anaknya. Korban masih duduk kelas 3 SMP. Kirim pesan di IG langsung nembak. Namanya juga cinta monyet,” ungkap Siti Sapurah.

Usai mengobrol via Instagram (IG), pelaku meminta nomor telepon korban. Keduanya lalu berencana bertemu pada esok harinya, Senin (26/11) siang.

Korban sebenarnya tidak diizinkan keluar rumah jika tidak ditemani dengan teman perempuannya. 

Lalu pada hari Senin tersebut dengan berboncengan sepeda motor usai pulang sekolah, korban dan temannya bermaksud membeli rujak di sekitar rumahnya.

“Anaknya ini sebenarnya tidak bisa keluar tanpa temannya. Harus ada temannya. Beli rujak dan disamperin pelaku. Pelaku kan satu lokasi tinggal dengan korban,” ungkapnya.

Saat itu korban enggan diajak pelaku pergi sendirian dan menegaskan harus pergi didampingi temannya. 

Selanjutnya korban pulang dengan rekannya. Sesampainya di rumah, pelaku mengabari korban kalau dia habis terjatuh. Pelaku merayu korban untuk menjenguknya.

“Seperti sudah skenario. Sengaja terjatuh. Pelaku menghubungi dan menyampaikan masak sih pacarnya sakit nggak disambangi,” tirunya.

Pelaku menyampaikan jika korban harus menjenguknya sendiri. Jika membawa temannya akan dijitak. Benar saja, korban mendatangi pelaku dengan temannya.

Sesampai di rumah pelaku, korban dan temannya diajak masuk kamar pelaku. Lalu teman korban ditinggal sendirian di kamar pelaku. Sementara korban diajak memadu kasih di kamar sebelah.

“Korban juga dapat jitakan dua kali karena datang dengan temannya. Dirayu-dirayu lalu disetubuhi pertama kali dan dijanjikan akan dinikahi tiga tahun lagi,” ungkapnya.

Persetubuhan tersebut pun juga terulang pada 27 hingga 29 November berturut-turut. Dengan rentang jam yang sama, pukul 14.00 sampai 15.00.

Setelah itu pelaku mendengar bahwa korban tidak menstruasi. Sehingga menyuruh korban meminum sprite berkali-kali.

Pada hari Jumat (14/12) pelaku kembali mengundang korban ke rumahnya dengan alasan yang sama. Korban pun selalu datang bersama rekannya.

“Tanggal 14 Desember itulah disetubuhi lagi. Usai disetubuhi, pelaku mengatakan kepada korban bahwa korban ini tidak seperti mantannya. Nomor korban langsung diblokir. Sehingga tidak bisa komunikasi,” ucapnya.

Korban yang sakit hati ini kemudian depresi berat dan kerap memanggil nama pelaku. Kemudian setelah orang tua korban mengetahui permasalahannya, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polda Bali dengan bukti lapor STPL/452/XII/2018/Bali/SPKT Polda Bali tertanggal 24 Desember 2018.

“Visum sudah. Pemeriksaan kandungan yang SPOG sudah. Dan karena sakit sudah diberi obat. Agak depresi, kemarin saja waktu diperiksa polisi yang nemanin dibentak-bentak. Rencana habis liburan ini saya bawa ke psikiater dan psikolog. Shock berat dan depresi dia,” jelasnya.

Wanita yang akrab disapa Ipung itu kemudian mewanti-wanti agar orang tua benar-benar mengawasi anak-anaknya dengan siapa saja berteman.

Dari alat bukti yang ada, pelaku disebut telah memenuhi unsur pidana Pasal 76 e juncto Pasal 82 dan atau Pasal 76 d juncto Pasal 81 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014. Perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja belum merespon.

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: 5 Kali Dijebol Mahasiswa Lalu Diputuskan, Pelajar SMP Depresi Berat Rating: 5 Reviewed By: Agent Momon