728x90 AdSpace

Iklan
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Info Dewasa
Selasa, 22 Januari 2019

Jokowi PHP Doang, Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Batal


LiputanBerita -  Rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) dipastikan batal dilaksanakan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya begitu antusias membebaskan pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu, kini mengurungkan niatnya.

Rencana Jokowi itu sebelumnya disampaikan kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra.

Pernyataan Yusril kemudian menuai kontroversi hingga akhirnya, Selasa (22/1/2019) hari ini, pihak pemerintah memastikan tidak jadi membebaskan ABB.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Presiden, Moeldoko yang menyatakan bahwa saat ini permintaan pembebasan bersyarat atas Abu Bakar Ba’asyir tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah.

Abu Bakar Baasyir dianggap tidak dapat memenuhi syarat formil sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan lebih lanjut didetailkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang dan Cuti Bersyarat.

“Iya (tidak dibebaskan). Karena persyaratan itu tidak boleh dinegosiasikan. Harus dilaksanakan,” ujar Moeldoko, Selasa (22/1/2019) dikutip dari Kompas.

Syarat formil bagi narapidana perkara terorisme, yakni pertama, bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya.

Kedua, telah menjalani paling sedikit dua per tiga masa pidana, dengan ketentuan dua per tiga masa pidana tersebut paling sedikit 9 bulan.

Ketiga, telah menjalani asimilasi paling sedikit setengah dari sisa masa pidana yang wajib dijalani. Terakhir, menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang menyebabkan pemohon dijatuhi pidana dan menyatakan ikrar kesetiaan pada NKRI secara tertulis.

Moeldoko melanjutkan, Presiden Jokowi sebenarnya menyambut baik permohonan Ba’asyir. Sebab, kondisi kesehatan Ba’asyir yang kini sudah berusia 81 tahun terus menurun sehingga membutuhkan perawatan yang khusus.

“Dari sisi kemanusiaan, Presiden sangat memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Namun ya Presiden juga memperhatikan prinsip-prinsip bernegara yang tidak dapat dikurangi dan tidak dapat dinegosiasikan,” ujar Moeldoko.

Meski demikian, Moeldoko memastikan bahwa akses Ba’asyir terhadap fasilitas kesehatan tidak akan berubah.

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Jokowi PHP Doang, Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Batal Rating: 5 Reviewed By: Liputan Berita