728x90 AdSpace

Agen Poker Indonesia
LiputanBerita. Gambar tema oleh i-bob. Diberdayakan oleh Blogger.
Poker Online Terbaik
Kamis, 04 April 2019

Cerita Keluarga Guru Dimutilasi di Blitar, Anaknya Itu Lemah Gemulai atau Kemayu


LiputanBerita -  Kasus mutilasi terhadap guru honorer sebuah SD di Blitar, Budi Hartanto, cukup menghebohkan warga. Pasalnya, korban dimutilasi dengan kepala yang hingga kini belum ditemukan.

Di mata keluarga dan tetangga, Budi Hartanto yang merupakan warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu dikenal baik dan ramah.

Akan tetapi di sisi lain, korban juga dikenal sebagai anak yang bertingkah lincah mirip wanita.

Pasalnya, selama ini korban juga berprofesi sebagai penari alias dancer. Di rumahnya, di juga memiliki sanggar sendiri.

“Anaknya itu lemah gemulai atau kemayu,” kata paman korban, Surahmat, dikutip PojokSatu.id dari radartulungagung.id, Rabu malam (3/4).

Dia mengatakan, Budi dikenal sebagai pribadi yang baik. Apalagi sikapnya terhadap orang tuanya juga baik.

“Anaknya penurut. Dia juga baru saja punya sepeda motor baru. Sepeda motor Honda Scoppy. Baru sekitar 3 mingguan,” kata pria 70 tahun ini.

Selain bekerja sebagai dancer, korban selama ini juga tercatat sebagai guru honorer di sekolah dasar (SD) negeri yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Setiap hari dia mengajar dan juga sebagai operator.

“SD itu dekat dengan sanggarnya. Setiap hari pekerjaannya ya pagi ke sekolah. Setelah itu, sorenya dia ke sanggar mengajar tari,” ungkapnya.

Dia mengaku juga kaget mendengar kabar tersebut. Sebab tidak menyangka Budi yang dikenal baik dan ramah itu menjadi korban mutilasi.

“Saya tahunya di kabari Pak Polisi yang datang ke rumah orang tuanya. Saya terakhir ketemu sama dia itu Selasa sore (2/4) saat dia mau ke sanggar,” akunya.

Sebelumnya, Budi Hartanto ditemukan dalam sebuah koper di daerah Udanawu, Kabupaten Blitas, Jatim.

Keluarga mengungkapkan, pada Selasa (2/4) setelah maghrib, korban pamitan kepada orangtuanya menghadiri acara di GNI Kota Kediri dengan naik sepeda motor.

Ia diketahui membawa sejumlah uang, komputer jinjing serta telepon seluler. Keluarga mengungkapkan putus kontak dengan teman-temannya di telepon pintar sejak Selasa malam.

Bahkan, hingga pagi juga belum pulang ke rumah dan tidak diketahui kabarnya dan baru mendapat kabar penemuan jenasah korban pada Rabu siang.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, mengatakan, dipastikan bahwa korban adalah Budi Hartanto setelah pihaknya mengidentifikasi sidik jari korban.

“Identitas sudah kami temukan. Namanya Budi Hartanto,” jelasnya, Kamis (4/4/2019).

Setelah diketahui identitasnya, polisi langsung menuju rumah keluarga korban untuk memastikan identitas mayat tersebut.

Polisi juga mengambil sampel DNA keluarga korban untuk dicocokkan dengan korban.

“Kami tetap lakukan tes DNA orang tua korban dan korban. Sampel kami cek di laboratorium forensik Mabes Polri Cabang Surabaya,” katanya.

Heri memastikan bahwa mayat yang ditemukan dalam koper adalah korban mutilasi. Sebab, saat ditemukan dalam koper kondisi mayat tanpa kepala. Hingga kini kepala korban belum ditemukan.

“Ya, mayat ini tanpa kepala. Saat ini, anggota kami terus lakukan pencarian potongan tubuh di TKP pembuangan. Kami juga kerjasama dengan anggota Jatanras Polda Jatim untuk mengungkapnya,” ujarnya.

Di sisi lain, usai diotopsi tim dokter polisi (Dokpl) RS Bhayangkara Kediri, jenazah Budi Hartanto langsung dibawa pulang oleh keluarganya dan dimakamkan tanpa kepala.

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Cerita Keluarga Guru Dimutilasi di Blitar, Anaknya Itu Lemah Gemulai atau Kemayu Rating: 5 Reviewed By: Agent Momon